cara agar laptop tidak lemot windows + r

Cara Agar Laptop Tidak Lemot Windows + R Serta Penyebabnya

Artikel ini terakhir diperbarui pada 25 Juni 2023.

Cara agar laptop tidak lemot Windows + R dapat dilakukan dengan mengikuti langkah yang akan dijelaskan di artikel ini. Pasti setiap orang pernah mengalami laptop menjadi lemot. Salah satu penyebab lemotnya laptop adalah terlalu banyaknya data yang tersimpan di laptop.

Agar kinerja laptop bisa normal kembali, maka yang harus dilakukan adalah menghapus semua file yang tidak penting. Jika tidak segera dihapus file sampahnya, maka bisa memperburuk kondisi laptop yang dimiliki.  Penggunaan Windows + R untuk mengakses file sistem di laptop dengan cepat.

Pengguna dapat langsung mengakses file system cache yang nantinya akan dihapus dengan cepat tanpa harus repot mencarinya. Hal itu sangat memudahkan pengguna, untuk mengatasi lemotnya laptop.

Cara Agar Laptop Tidak Lemot Windows + R dengan Mudah

Salah satu cara agar laptop tidak lemot yaitu dengan Windows+R. Selain melakukan dengan menggunakan Windows + R terdapat cara lain yang juga sangatlah mudah. Mari simak penjelasan mengenai caranya seperti berikut:

1. Rutin Menghapus File Cache di Folder Temp

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa Windows + R adalah sebuah tombol pintasan yang digunakan untuk mengakses sistem dengan cepat. Tombol tersebut dapat digunakan untuk membuka folder cache tanpa perlu susah-susah mencarinya.

Pengguna dapat menghapus file cache di folder temp laptop untuk mengurangi kapasitas memori yang terisi. Jika file cache dihapus, maka laptop akan lebih ringan dan tidak terjadi lemot. Agar dapat menerapkannya dengan baik, maka dapat simak langkah-langkah berikut:

  • Klik tombol Windows+R secara bersamaan untuk masuk ke sistem Run.
  • Ketik kode %temp% setelah muncul kotak dialog Run. Setelah mengetikkan kodenya lalu klik enter.
  • Tekan Ctrl+A setelah semua file sampah muncul. Tombol tersebut berfungsi untuk memilih file cache yang akan dihapus.
  • Tekan “Delete” untuk menghapus file cache yang telah dipilih dengan cara klik kanan pada mouse.

2. Nonaktifkan Aplikasi di Startup Windows

Terkadang aplikasi yang terinstal di laptop dapat otomatis terbuka saat laptop dinyalakan. Hal tersebut, dapat mengganggu aktivitas pengguna dan tentu saja membuat laptop lemot. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan laptop lemot bisa dengan menonaktifkan aplikasi yang otomatis terbuka.

Dengan menonaktifkan fitur otomatis pada aplikasi maka aplikasi tersebut tidak akan muncul saat laptop dinyalakan. Cara yang dilakukan tidaklah sulit dengan mengikuti langkah-langkah seperti berikut:

  • Tekan Windows + R untuk memunculkan pintasan Run. Pastikan laptop dalam keadaan menyala.
  • Klik msconfig ketika tampilan Run sudah muncul di layar. Setelah itu tekan enter.
  • Nonaktifkan aplikasi yang tidak begitu penting setelah list aplikasi yang terinstal sudah muncul.

3. Menghapus File di Folder Prefetch

Tidak hanya file yang ada di folder temp saja yang harus dihapus, tetapi file di Folder Prefetch juga harus dihapus. Hal itu bertujuan untuk mempercepat kinerja komputer dalam kata lain adalah menghindari laptop menjadi lemot.

Karena sering digunakannya laptop maka sampah file akan semakin banyak dan mengendap di folder prefetch. Meskipun windows dapat menghapus folder prefetch secara otomatis, namun tidak ada salahnya untuk menghapusnya secara manual. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Klik Windows+R di laptop.
  • Ketik prefetch di kotak dialog run yang muncul di layar laptop lalu tekan enter.
  • Tekan “OK” setelah mendapat izin administrator laptop.
  • Bersihkan semua file di folder prefetch.

4. Lakukan Defragment pada Harddisk

Cara selanjutnya adalah dengan fragmentasi Harddisk. Fragmentasi ini merupakan file dalam drive yang tersebar di hard drive secara berjauhan. Sehingga hal itu membuat laptop mengalami lemot, karena harus mengumpulkan file yang tercecer menjadi satu.

Namun tidak disarankan bagi laptop yang memiliki SSD untuk mengikuti cara ini karena tidak akan berpengaruh. Jadi cara ini hanya diperuntukkan bagi laptop yang memiliki harddisk. Berikut adalah langkah-langkah melakukan fragmentasi:

  • Tekan dan tahan Windows dan R bersamaan sampai muncul kotak Run.
  • Ketik dfrgui pada kotak dialog Run lalu klik enter.
  • Cari dan pilih drive yang ingin di defragmentasi.
  • Klik “Analyze” untuk menganalisis serta menunjukkan banyaknya dan status drive yang difragmentasi.
  • Lakukan defragmentasi jika file terfragmentasi sebesar 10%.
  • Lihat status fragmentasi di drive setelah selesai dianalisis.
  • Pilih drive yang sudah terfragmentasi.
  • Klik “Optimize” untuk melakukan defragmentasi.

5. Menghapus File Sampah di Drive C

Selain melakukan cara agar laptop tidak lemot Windows + R dengan menghapus file temp terdapat cara lainnya. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghapus file sampah yang ada di Drive C.

Hal itu membuat luas memori laptop sehingga kinerja laptop akan menjadi ringan dan baik kembali. Selanjutnya simak langkah-langkah menghapus file cache di Drive C, yaitu:

  • Buka “Folder Explorer” di laptop.
  • Klik “Properties” di Drive C dengan klik kanan mouse.
  • Tekan “Disk Clean Up” di layar.
  • Beri centang di semua file sampah yang perlu dihapus lalu klik “OK”.
  • Tekan “Delete” untuk menghapus semua file sampah.

6. Menambah Memori Virtual

Cara terakhir yaitu dengan menambah memori virtual. Apa sih memori virtual? Memori ini biasanya ditambahkan ke laptop untuk meningkatkan performa tapi perannya tidak sebesar memori RAM.

Di memori virtual ini pengguna bisa bebas mengatur besar kapasitas memori yang digunakan. Berikut langkah-langkah untuk mengatur besar kapasitas memori yang digunakan:

  • Klik “Control Panel” untuk masuk ke menu “Sistem dan Keamanan” dan klik sistem.
  • Tekan “Advance” pada menu Performance untuk menuju ke setting. Setelah itu klik “Setting”.
  • Tekan “Change” di menu Virtual Memory setelah masuk ke menu Advance.
  • Klik uncheck di “Automatically Manage”.
  • Klik “Custom Size” untuk menentukan ukuran memori virtual sesuai kebutuhan.
  • Tekan “Set” dan “OK” untuk menerapkannya.

Penyebab Laptop Menjadi Lemot

Setelah membahas mengenai cara agar laptop tidak lemot Windows+R maka selanjutnya akan membahas terkait penyebab laptop menjadi lemot. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa penyebab laptop menjadi lemot:

1. Harddisk Penuh

Harddisk yang sudah penuh juga bisa mengakibatkan laptop menjadi lemot. Hal tersebut dikarenakan data yang diproses terlalu banyak sehingga menghasilkan file sampah yang mengendap. Maka dari itu, harus sering-sering menghapus file sampah di harddisk untuk mengurangi isi memori yang penuh.

2. Banyaknya Startup Program

Dengan banyaknya startup program maka dapat membuat laptop lebih lemot dari biasanya. Hal itu dikarenakan, banyaknya aplikasi yang berjalan di latar belakang yang otomatis terbuka saat menyalakan laptop.

Apalagi adanya masalah waktu loading yang lama saat membuka aplikasi setelah proses startup. Maka, hal itu menjadi salah satu ciri ketika laptop mengalami masalah dan membebani kerja RAM.

Penutup

Demikian bahasan mengenai cara agar laptop tidak lemot Windows + R beserta penyebabnya. Memang Ketika laptop tiba-tiba lemot pasti bingung apa yang harus dilakukan. Dengan hadirnya pembahasan ini maka bisa mempermudah serta menjadi solusi yang tepat untuk permasalahannya.

Apalagi jika sudah mengetahui penyebab dari lemotnya laptop pasti itu kan memudahkan pengguna untuk memilih solusi atau cara yang tepat. Sekaligus sebagai pengetahuan agar lebih aware untuk menjaga serta merawat laptop.

Salah satunya adalah pengguna dapat membersihkan file sampah yang ada di Disk komputer secara rutin. Hal itu bisa mencegah laptop mengalami lemot dan membuat kinerja laptop menjadi lebih baik dan lancar. Jangan lupa untuk menerapkan langkah-langkah yang diberikan dengan runtun.

Artikel Lainnya Terkait Trik Laptop: